Panduan metrik

Apa Itu Confusion Matrix? Cara Membaca dan Menghitungnya

Pahami matriks 2x2 dan 3x3, lalu hitung accuracy, precision, recall, specificity, dan F1 score dari angka yang benar-benar terlihat.

Tim Riset Independen MLIR Diperbarui 23 Agu 2026 12 menit baca 1.632 kata
Ilustrasi confusion matrix 2x2 dan 3x3 untuk evaluasi model klasifikasi
Visual pembuka untuk Evaluasi · Artikel visual evaluasi klasifikasi
Dalam artikel ini
01

Membaca TP, FP, FN, dan TN tanpa tertukar antara aktual dan prediksi.

02

Membaca confusion matrix 2x2 dan 3x3 untuk klasifikasi biner maupun multiclass.

03

Menghitung accuracy, precision, recall, specificity, dan F1 score dari angka nyata.

Model dengan accuracy 95% belum tentu aman digunakan. Angka itu tidak memberi tahu apakah model sering melewatkan pasien sakit, memblokir transaksi yang sah, atau menandai email penting sebagai spam.

Confusion matrix adalah tabel yang mempertemukan label aktual dengan label hasil prediksi. Tabel ini membuka performa model menjadi prediksi yang benar dan salah, sehingga kita dapat melihat bentuk kesalahan sebelum memilih accuracy, precision, recall, specificity, atau F1 score.

Metrik yang tepat mengikuti risiko. False Negative dapat berbahaya pada skrining penyakit, sedangkan False Positive dapat menambah biaya dan gangguan pada alarm fraud atau filter spam.

1. Confusion Matrix: fondasi semua metrik klasifikasi

Confusion matrix adalah tabel 2 × 2 yang mempertemukan kondisi aktual dan hasil prediksi. Sebelum membaca angkanya, periksa orientasi tabel karena sebagian library menaruh aktual pada baris dan sebagian visual dapat menukarnya.

Gambar 1. Confusion matrix untuk klasifikasi biner.
Gambar 1. Confusion matrix untuk klasifikasi biner.
Komponen Aktual Prediksi Arti
True Positive (TP) Positif Positif Model benar menemukan kasus positif.
False Negative (FN) Positif Negatif Model melewatkan kasus positif. Ini sering berbahaya pada diagnosis, deteksi fraud, atau sistem keamanan.
False Positive (FP) Negatif Positif Model memberi alarm positif padahal sebenarnya negatif. Ini sering menyebabkan biaya verifikasi atau gangguan pengguna.
True Negative (TN) Negatif Negatif Model benar mengenali kasus negatif.

Jumlah seluruh sampel adalah N = TP + FP + FN + TN. Metrik klasifikasi bukan angka yang berdiri sendiri; semuanya hanyalah sudut pandang berbeda terhadap empat kotak ini.

2. Cara Membaca Confusion Matrix 3x3 dan Multiclass

Confusion matrix 3x3 digunakan ketika model membedakan tiga kelas. Prinsipnya tetap sama: baris menunjukkan kelas aktual, kolom menunjukkan prediksi, nilai diagonal adalah prediksi benar, dan angka di luar diagonal menunjukkan kelas yang tertukar.

Aktual / PrediksiKucingAnjingBurung
Kucing4235
Anjing4388
Burung2642

Dari 150 gambar, model memprediksi 122 gambar dengan benar karena jumlah diagonalnya adalah 42 + 38 + 42 = 122. Accuracy keseluruhan menjadi 122 / 150 = 81,3%.

Untuk menghitung metrik kelas Kucing, kita memperlakukan Kucing sebagai kelas positif dan dua kelas lain sebagai negatif. Hasilnya adalah TP = 42, FN = 3 + 5 = 8, FP = 4 + 2 = 6, dan TN = 94. Precision kelas Kucing menjadi 87,5%, recall 84%, dan F1 score sekitar 85,7%.

Pada confusion matrix multiclass, perhitungan TP, FP, FN, dan TN dilakukan bergantian untuk setiap kelas. Setelah itu kita dapat memakai macro average untuk memberi bobot sama pada setiap kelas, atau weighted average untuk mengikuti jumlah sampel tiap kelas.

3. Precision: seberapa bisa dipercaya prediksi positif?

Precision melihat kualitas alarm positif: dari semua yang ditandai model sebagai positif, berapa yang memang positif? Fokusnya berada pada prediksi model, bukan seluruh kasus positif yang ada.

Gambar 2. Precision: kualitas prediksi positif.
Gambar 2. Precision: kualitas prediksi positif.

Rumus: Precision = TP / (TP + FP)

Precision tinggi berarti alarm positif relatif dapat dipercaya. Saat nilainya rendah, model terlalu mudah menyalakan alarm dan menghasilkan banyak False Positive. Pada spam filter, konsekuensinya adalah email penting ikut tersingkir.

4. Recall: seberapa banyak kasus positif yang berhasil ditemukan?

Recall memindahkan titik pandang ke kondisi aktual: dari seluruh kasus positif yang benar-benar ada, berapa yang berhasil ditemukan? Metrik ini penting ketika satu kasus yang terlewat dapat membawa konsekuensi besar.

Gambar 3. Recall: kemampuan menemukan kasus positif aktual.
Gambar 3. Recall: kemampuan menemukan kasus positif aktual.

Rumus: Recall = TP / (TP + FN)

Recall tinggi berarti lebih sedikit kasus positif yang lolos sebagai False Negative. Karena itu skrining medis, sistem keamanan, dan deteksi fraud sering memberi perhatian besar pada recall, meski keputusan akhirnya tetap harus mempertimbangkan biaya False Positive.

5. F1 Score: ringkasan saat precision dan recall sama-sama penting

F1 Score merangkum precision dan recall dengan rata-rata harmonik. Berbeda dari rata-rata biasa, F1 akan turun tajam jika salah satunya buruk. Model tidak dapat menyembunyikan recall rendah di balik precision yang tinggi, atau sebaliknya.

Gambar 4. F1 Score sebagai keseimbangan antara precision dan recall.
Gambar 4. F1 Score sebagai keseimbangan antara precision dan recall.

Rumus: F1 = 2 x (Precision x Recall) / (Precision + Recall)

Bentuk langsung dari confusion matrix: F1 = 2TP / (2TP + FP + FN)

6. Precision vs Recall: efek decision threshold

Banyak classifier menghasilkan probabilitas, bukan label akhir. Decision threshold mengubah skor itu menjadi positif atau negatif. Nilai 0,5 hanyalah pilihan awal; ia bukan aturan yang wajib dipakai untuk semua masalah.

Gambar 5. Trade-off precision dan recall melalui decision threshold.
Gambar 5. Trade-off precision dan recall melalui decision threshold.

Threshold rendah menangkap lebih banyak kasus positif sehingga recall biasanya naik, tetapi False Positive ikut bertambah dan precision dapat turun. Threshold tinggi membuat model lebih selektif; precision bisa membaik dengan risiko lebih banyak kasus positif terlewat.

7. IoU, Dice Score, dan Jaccard untuk Segmentasi

Untuk segmentasi citra, TP, FP, dan FN dapat dihitung per piksel. Intersection over Union (IoU) membandingkan area irisan prediksi dan ground truth terhadap gabungannya. Dice Score juga mengukur tumpang tindih, dengan bobot dua kali pada area irisan.

Rumus: IoU = TP / (TP + FP + FN) Dice = 2TP / (2TP + FP + FN) Jaccard = IoU

Mask yang terlalu lebar menaikkan FP, sedangkan bagian objek yang hilang menaikkan FN. Keduanya menurunkan IoU dan Dice. Accuracy piksel bisa tetap tinggi jika background mendominasi, sehingga metrik overlap lebih jujur untuk menilai bentuk objek.

8. Mengapa Accuracy Bisa Menyesatkan?

Accuracy menghitung semua prediksi benar, tetapi tidak memperhatikan distribusi kelas. Masalah muncul ketika 99% data negatif dan hanya 1% yang positif.

Gambar 6. Mengapa accuracy bisa menyesatkan pada data tidak seimbang.
Gambar 6. Mengapa accuracy bisa menyesatkan pada data tidak seimbang.

Rumus: Accuracy = (TP + TN) / (TP + TN + FP + FN)

Model yang selalu menjawab negatif pada 990 data negatif dan 10 positif memperoleh accuracy 99%. Angkanya tampak hebat, padahal ia gagal menemukan satu pun kelas positif: TP = 0 dan FN = 10.

9. Rumus Metrik dari Confusion Matrix

Metrik Rumus Makna praktis
Accuracy (TP + TN) / (TP + TN + FP + FN) Proporsi prediksi yang benar dari semua sampel.
Error Rate (FP + FN) / (TP + TN + FP + FN) Proporsi prediksi yang salah dari semua sampel.
Precision / PPV TP / (TP + FP) Dari semua prediksi positif, berapa yang benar-benar positif.
Recall / Sensitivity / TPR TP / (TP + FN) Dari semua kasus positif aktual, berapa yang berhasil ditemukan.
Specificity / TNR TN / (TN + FP) Dari semua kasus negatif aktual, berapa yang benar dikenali negatif.
False Positive Rate / FPR FP / (FP + TN) = 1 - Specificity Proporsi kasus negatif yang salah dianggap positif.
False Negative Rate / FNR FN / (FN + TP) = 1 - Recall Proporsi kasus positif yang terlewat oleh model.
False Discovery Rate / FDR FP / (TP + FP) = 1 - Precision Proporsi prediksi positif yang ternyata salah.
Negative Predictive Value / NPV TN / (TN + FN) Dari semua prediksi negatif, berapa yang benar-benar negatif.
F1 Score 2 x (Precision x Recall) / (Precision + Recall) Rata-rata harmonik precision dan recall.
Balanced Accuracy (Recall + Specificity) / 2 Alternatif accuracy yang lebih adil untuk data tidak seimbang.

10. Membaca Satu Contoh Nyata

Anggap sebuah model menghasilkan TP = 80, FP = 20, FN = 40, dan TN = 860 dari 1.000 sampel. Accuracy-nya tinggi, tetapi 40 kasus positif masih terlewat.

Metrik Hasil
Accuracy (80 + 860) / 1.000 = 94%
Precision 80 / (80 + 20) = 80%
Recall 80 / (80 + 40) = 66,7%
Specificity 860 / (860 + 20) = 97,7%
F1 Score 2 x (0,80 x 0,667) / (0,80 + 0,667) = 72,7%
Balanced Accuracy (0,667 + 0,977) / 2 = 82,2%

11. Memilih Metrik dari Konsekuensi Kesalahan

Situasi Metrik utama Alasan
Kelas seimbang dan biaya FP/FN mirip Accuracy Cukup masuk akal jika distribusi kelas tidak berat sebelah.
False Positive mahal atau mengganggu Precision Fokus mengurangi alarm palsu.
False Negative berbahaya Recall Fokus menangkap sebanyak mungkin kasus positif.
Precision dan recall sama-sama penting F1 Score Meringkas keduanya dalam satu angka.
Data sangat tidak seimbang Balanced Accuracy, Precision, Recall, F1 Lebih informatif daripada accuracy mentah.

Yang Perlu Kita Bawa Pulang

Confusion matrix memaksa kita melihat performa model secara lebih jujur. Accuracy menunjukkan gambaran umum, precision membaca keandalan alarm positif, recall menghitung kasus yang berhasil ditemukan, specificity memeriksa kelas negatif, dan F1 merangkum keseimbangan precision serta recall.

Metrik terbaik bukan yang paling tinggi di laporan. Metrik terbaik adalah yang mewakili konsekuensi kesalahan pada sistem yang benar-benar akan digunakan.

Checklist singkat: mulai dari confusion matrix, periksa TP/FP/FN/TN, tentukan kesalahan paling mahal, lalu pilih metrik dan decision threshold sesuai risiko nyata.
POIN PENTING

Ringkasan praktis

  • Baca TP, FP, FN, dan TN sebelum melihat metrik turunannya.
  • Pilih precision atau recall berdasarkan biaya False Positive dan False Negative.
  • Ubah isi matriks di lab interaktif untuk melihat setiap metrik merespons kesalahan yang berbeda.
FAQ SINGKAT

Pertanyaan yang sering muncul

Apakah accuracy tinggi berarti model sudah bagus?

Belum tentu. Pada data tidak seimbang, model dapat meraih accuracy tinggi dengan mengabaikan kelas minoritas. Periksa confusion matrix, precision, recall, dan distribusi kelasnya.

Mana yang lebih penting, precision atau recall?

Tergantung konsekuensinya. Utamakan recall jika kasus positif yang terlewat berbahaya. Utamakan precision jika alarm palsu mahal atau sangat mengganggu.

Edit sel matriks dan lihat metrik berubah live Ubah parameter dan lihat konsep bekerja langsung pada kanvas.
Buka lab interaktif →
SUMBER ASLI

Artikel visual evaluasi klasifikasi

Sumber berikut dapat dibuka untuk memeriksa konteks dan rujukan yang digunakan.

Buka sumber asli →
Bagikan X LinkedIn WhatsApp
BACA JUGA

Artikel terkait